Senin, 21 Agustus 2017
Kamis, 17 Agustus 2017
Rabu, 16 Agustus 2017
Selasa, 15 Agustus 2017
Rencana Karnaval anak anak desa Sukowarno
kemungkinan acara Karnaval besok akan meriah di karenakan semangat warga yg sangat tinggi. mulai dari anak anak. remaja sampai orang tua semangat ikut meramaikan acara Karnaval di Kecamatan Suka karya-
Senin, 14 Agustus 2017
Selasa, 01 Agustus 2017
blografi Khatijan binti khuwaid
Khadijah binti Khuwaid adalah sebaik-baik wanita ahli surga. Ini sebagaimana sabda Rasulullah, “Sebaik-baik wanita ahli surga adalah Maryam binti Imran clan Khadijah binti Khuwai/id.” Khadijah adalah wanita pertama yang hatinya tersirami keimanan dan dikhususkan Allah untuk memberikan keturunan bagi Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam., menjadi wanita pertama yang menjadi Ummahatul Mukminin, serta turut merasakan berbagai kesusahan pada 'Pase awal jihad penyebaran agarna Allah kepada seluruh umat manusia.
Khadijah adalah wanita yang hidup dan besar di lingkungan Suku Quraisy dan lahir dari keluarga terhormat pada lima belas tahun sebelum Tahun Gajah, sehingga banyak pemuda Quraisv yang ingin mempersuntingnya. Sebelum menikah dengan Rasulullah, Khadijah pernah dua kali menikah. Suami pertama Khadijah adalah Abu Halah at-Tamimi, yang wa-Fat dengan meninggalkan kekayaan yang banyak, juga jaringan perniagaan yang luas dan berkembang. Pernikahan kedua Khadijah adalah dengan Atio, bin Aidz bin Makhzum, yang juga wa-Fat dengan meninggalkan harta dan perniagaan. Dengan demikian, Khadijah menjadi orang terkaya di kalangan suku Quraisy.
Wanita Suci
Sayyidah Khadijah dikenal dengan Julukan wanna suci sejak perkawinannya dengan Abu Halah clan Atiq bin Aidz karena keutamaan ?kklak clan si-Fat terpujinga. Karena itu, tidak heran jika kalangan Quraisy memberikan penghargaan dan berupa penghormatan yang tinggi kepadanya.
Kekayaan yang berlimpahlah yang menjadikan Khadijah tetap berdagang. Akan tetapi, Khadijah merasa tidak mungkin jika semua dilakukan tanpa bantuan orang lain. Tidak mungkin jika dia harus terjun langsung dalam berniaga dan bepergian membawa barang dagangan ke Yaman pada musim dingin dan ke Syam pada musim panas. Kondisi itulah yang menyebabkan Khadijah mulai mempekerjakan beberapa karyawan yang dapat menjaga amanah atas harta dan dagangannya. Untuk itu, para karyawannya menerima upah dan bagian keuntungan sesuai dengan kesepakatan. Walaupun pekerjaan itu cukup sulit, bermodalkan kemampuan intelektual dan kecemerlangan pikiran yang didukung oleh pengetahuan dasar tentang bisnis dan bekerja sama, Khadijah mampu menyeleksi orang-orang yang dapat diajak berbisnis. Itulah yang mengantarkan Khadilah menuju kesuksesan yang gemilang.
Pemuda yang Jujur
Khadijah memiliki seorang pegawai yang dapat dipercaya dan dikenal dengan nama Maisarah. Dia dikenal sebagai pemuda yang ikhlas dan berani, sehingga Khadijah pun berani melimpahkan tanggung jawab untuk pengangkatan pegawai baru yang akan mengiring dan menyiapkan ka-Filah, menentukan harga, dan memilih barang dagangan. Sebenarnya itu adalah pekerjaan berat, namun penugasan kepada Haisarah tidaklah sia-sia.
Pemuda Pemegang Amanah
Kaum Quraisy tidak mengenal pemuda mana pun yang wara, takwa, dan jujur selain Muhammad bin Abdullah, yang sejak usia lima belas tahun telah diajak oleh Maisarah untuk menyertainya berdagang.
Seperti biasanya, Haisarah menyertai Muhammad ke Syam untuk membawa dagangan Khadijah, karena memang keduanya telah sepakat untuk bekerja sama.
Perniagaan mereka ketika itu memberikan keuntungan yang sangat banyak sehingga Maisarah kembali membawa keuntungan yang berlipat ganda. Maisarah mengatakan bahwa keuntungan yang mereka peroleh itu berkat Muhammad yang berniaga dengan penuh kejujuran. Maisarah menceritakan kejadian aneh selama melakukan perjalanan ke Sgam dengan Muhammad. Selama perjalanan, dia melihat gulungan awan tebal gang senantiasa mengiringi Muhammad yang seolah-olah melindungi beliau dari sengatan matahari. Dia pun mendengar seorang rahib yang bernama Buhairah, yang mengatakan bahwa Muhammad adalah laki-laki yang akan menjadi nabi yang ditunggu-tunggu oleh orang Arab sebgaimana telah tertulis di dalam Taurat dan Injil.
Cerita-cerita tentang Muhammad itu meresap ke dalam jiwa Khadijah, dan pada dasarnya Khadijah pun telah merasakan adanya kejujuran, amanah, dan cahaya yang senantiasa menerangi wajah Muhammad. Perasaan Khadijah itu menimbulkan kecenderungan terhadap Muhammad di dalam hati dan pikirannya, sehingga dia menemui anak pamannya, Waraqah bin Mau-Fal, yang dikenal dengan pengetahuannya tentang orangorang terdahulu. Waraqah mengatakan bahwa akan muncul nabi besar yang dinanti-nantikan manusia dan akan mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya Allah. Penuturan Waraqah itu menjadikan niat dan kecenderungan Khadijah terhadap Muhammad semakin bertambah, sehingga dia ingin menikah dengan Muhammad. Setelah itu dia mengutus ida-Pisah, saudara perempuan Ya'la bin Umayyah untuk meneliti lebih jauh tentang Muhammad, sehingga akhirnya Muhammad diminta menikahi dirinya.
Ketika itu Khadijah berusia empat puluh tahun, namun dia adalah wanifa dari golongan keluarga ferhormaf dan kaya raya, sehingga banyak pemuda Quraisy yang ingin menikahinya. Muhammad pun menyetujui permohonan Khadijah tersebut. Maka, dengan salah seorang pamannya, Muhammad pergi menemui paman Khadijah yang bernama Amru bin As'ad untuk meminang Khadijah.
Ia tumbuh di kelembaban usia
(sok) Romantis, Egois, Manja, Agresif, Jutek, dan Afeksional. Semoga katafkata ini tidak membuat kita enggan meneruskan membaca. Betul, saya hanya ingin menunjukkan kepada anda bahwa -menurut sebagian Orang-kata REMAJA bisa jadi adalah akronim dari karakter umum mereka.
Saya merasa menzhalimi diri jika harus menjelas, kan kepada anda perihal perkembangan psikologis remaja. Tidak, saya bukan ahlinya. Tetapi, sebagai seorang remaja,-seperti juga anda-, agaknya menjadi niscaya bagi kita untuk tahu. Ya, agar kita bisa melewati masa ini dengan sukses. Juga agar setelah melewati masa ini, kita tidak termasuk kelompok manusia: “Mereka bukan lakivlaki, tapi bayi berkumis rapi”, seperti yang dikatakan Ustadz Mohammad Fauzil “Adhim.
Saat Dirimu Hadir
Saat Dirimu Hadir
Ada tamu tak diundang yang tiba-tiba hadir meramaikan suasana hidup. Ia datang menambah perbendaharaan rasa bagi jiwa muda kita. Saya tidak tahu sejak kapan warna merah muda dinobatkan sebagai warna cinta, tapi cinta kadang mengungkap warnawarni baru dalam perasaan remaja. Warnafwarni yang belum dikenalnya selama ia berpetualang menjelajahi masa kanak-kanak.
Ah, sebelum itu semua, mari kita sedikit membaf ca diri. Kita akan berfta'aruf (kenalan) dengan kelembaban usia remaja, apa saja sisisisi khasnya, dan beberapa pemak-pemiknya. Untuk apa? Agar saat dia hadir, kita dengan sunggingan senyum syukur dan lantunan tahmid menyambutnya, “Selamat datang... Cinta.."
Ya, sebuah sambutan yang penuh kedewasaan.